Labels

Breaking News

Ratusan Warga Ikuti Kirab 1 Suro di Petilasan Joyoboyo, Turis Asing Ikut Menyaksikan

Kapolres Kediri bersama Ketua DPRD ikuti perayaan tahun baru Hijriah. (photo by radar kediri)


Kediri - Kapolres Kediri, Bramastyo Priaji, menghadiri Kirab Ziarah 1 Suro di kawasan Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Selasa (16/6). Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun itu kembali diikuti ratusan peserta dan tetap mampu menarik perhatian masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Tak hanya warga lokal, kegiatan budaya tersebut juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya Kabupaten Kediri.

Rangkaian kirab dimulai dari Balai Desa Menang menuju Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Para peserta berjalan kaki tanpa mengenakan alas sembari memakai busana adat Jawa. Sejumlah pelajar turut ambil bagian dengan membawa pusaka serta perlengkapan kirab lainnya. Setelah prosesi di area petilasan, kegiatan dilanjutkan menuju Sendang Tirto Kamandanu.

AKBP Bramastyo menilai Kirab Ziarah 1 Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki peran penting sebagai media pelestarian sejarah, pendidikan, sekaligus identitas budaya daerah yang diwariskan kepada generasi penerus.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi yang telah bertahan selama puluhan tahun menunjukkan adanya nilai luhur yang perlu dijaga bersama agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.

Kapolres juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam prosesi kirab. Menurutnya, partisipasi langsung dalam kegiatan budaya menjadi sarana efektif bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, para pelajar tidak hanya mengenal budaya dari buku atau cerita, tetapi juga dapat merasakan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya secara langsung.

Selain Kapolres Kediri, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, unsur Forkopimcam Pagu, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, tokoh budaya, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.

Hingga kini, Kirab Ziarah 1 Suro masih menjadi salah satu agenda budaya khas Desa Menang yang tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kediri. (red)

Ribuan Pasangan Berpisah, Ekonomi Masih Jadi Musuh Utama Rumah Tangga di Kediri

  

Ruangan resepsionis Pengadilan Agama Kabupaten Kediri (photo by radar kediri)


KEDIRI - Masalah ekonomi masih menjadi faktor dominan penyebab perceraian di Kabupaten Kediri. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri, terdapat 1.207 perkara perceraian yang masuk selama Januari hingga Mei 2026.


Hakim sekaligus Humas PA Kabupaten Kediri, Haitami, menjelaskan bahwa sebagian besar gugatan perceraian dipicu persoalan ekonomi dalam rumah tangga. Namun, masalah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kecilnya penghasilan keluarga, melainkan juga kurangnya tanggung jawab salah satu pihak dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.


Menurutnya, ketika kebutuhan keluarga tidak terpenuhi dengan baik, kondisi tersebut kerap memicu berbagai persoalan lain, seperti pertengkaran yang berulang, renggangnya hubungan suami istri, hingga hilangnya keharmonisan dalam keluarga. Konflik yang terus berlarut akhirnya mendorong pasangan memilih jalur perceraian.


Haitami menilai persoalan ekonomi sejatinya berkaitan erat dengan komitmen dan tanggung jawab dalam berumah tangga. Seseorang yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menjaga keutuhan keluarga.


Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan komitmen antara suami dan istri. Saat menghadapi persoalan, pasangan diharapkan mengedepankan musyawarah dan melibatkan keluarga sebagai pihak yang dapat membantu mencarikan solusi sebelum memutuskan menempuh proses perceraian melalui pengadilan.


PA Kabupaten Kediri berharap setiap pasangan dapat menyelesaikan permasalahan rumah tangga secara bijak sehingga perceraian menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya perdamaian dilakukan. (red)

© Copyright 2022 - Rekam Jejak

Add JavaScript