Sopir Truk Asal Tulungagung Jadi Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Rekan Kerja Kenang Detik-Detik Kebakaran

 

Jenazah Alm Sari Sukoco di rumah duka--(by memorandum co.id)


TULUNGAGUNG
– Suasana duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), warga Perumahan Mutiara Regency, Kelurahan Tretek, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Sopir truk ekspedisi tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026).

Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Senin (3/8/2026) malam dengan menggunakan ambulans. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang tak kuasa menahan kesedihan. Sejumlah kerabat, tetangga, dan rekan kerja turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum proses pemakaman.

Sari diketahui tengah menjalankan tugas sebagai sopir truk ekspedisi yang mengangkut muatan cold storage menuju Makassar. Bersama rekannya, Bambang Susilo, ia berangkat setelah mengambil muatan dari Jakarta dan menyeberang menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2. Namun perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mengalami kebakaran di tengah pelayaran.

Bambang, yang berhasil selamat, menceritakan suasana mencekam saat api mulai membakar kapal. Menurutnya, kepanikan terjadi begitu cepat setelah terdengar teriakan dari para penumpang yang mengetahui adanya kebakaran.

"Setelah sarapan, tiba-tiba penumpang berteriak kalau ada kebakaran. Diduga api berasal dari dek paling bawah yang berisi kendaraan truk berat," ungkap Bambang.

Saat situasi semakin genting, ia bersama Sari berusaha menuju bagian ujung kapal sambil mengenakan pelampung. Bambang sempat mengajak rekannya itu untuk segera melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

"Saya sempat mengajak beliau untuk terjun, tapi hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu saya melompat lebih dulu," kenangnya.

Bambang kemudian berenang menjauh dari kapal bersama penumpang lainnya hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal penyelamat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Di atas kapal penyelamat itulah ia baru mengetahui bahwa rekannya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Saya baru tahu beliau ditemukan meninggal setelah berada di kapal penyelamat," katanya dengan suara lirih.

Bagi Bambang, kepergian Sari bukan hanya kehilangan rekan kerja, tetapi juga sahabat yang telah menemaninya selama hampir delapan tahun bekerja bersama. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang ramah dan selalu ringan tangan membantu siapa saja.

"Beliau orangnya baik, suka menolong, dan selalu peduli kepada teman-temannya. Beliau juga pernah bercerita ingin menikah tahun ini," tuturnya.

Keinginan untuk membangun rumah tangga yang selama ini menjadi impian almarhum pun akhirnya tidak pernah terwujud. Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sesama sopir ekspedisi.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Sari Sukoco diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan iringan doa dari keluarga dan para pelayat yang mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.(Red/lis)

Polsek Grogol Perkuat Swasembada Pangan Lewat Edukasi Petani Jagung


Aiptu Agung Wahyu bersama petani Wonoasri-(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Grogol, Aiptu Agung Wahyu, yang turun langsung ke area persawahan Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Agung berdialog dengan para petani jagung untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi agar tetap bersemangat mengelola lahan pertanian. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Selain memantau kondisi tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan tanaman secara maksimal. Petani diajak memperhatikan pola pemupukan, pengendalian hama, hingga menjaga kualitas hasil panen agar produktivitas lahan terus meningkat.

Tak hanya itu, para petani juga diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan penyuluh pertanian maupun Bhabinkamtibmas apabila menemui kendala selama proses budidaya. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu hasil produksi.

Aiptu Agung Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

"Kami hadir untuk memberikan pendampingan dan semangat kepada para petani agar terus meningkatkan hasil produksi jagung. Keberhasilan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan sambang dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, Polres Kediri Kota berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Di sisi lain, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sehingga hasil panen terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Pendampingan seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan warga melalui dukungan terhadap sektor pertanian yang berkelanjutan.(Red/lis

AKBP Ferli Hidayat: Profil, Perjalanan Karier, dan Pencopotan Pascatragedi Kanjuruhan


AKBP Ferli Hidayat--(by memorandum.co.id)


MALANG
-Nama AKBP Ferli Hidayat atau yang lebih dikenal dengan sapaan Sam Ferli pernah menjadi perhatian publik setelah peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Perwira menengah Polri tersebut saat itu menjabat sebagai Kapolres Malang dan menjadi salah satu pejabat yang terkena kebijakan mutasi setelah insiden yang menewaskan ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3 September 1982, Ferli Hidayat menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 2001. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil menyelesaikannya pada 2004 sebagai bagian dari generasi perwira Polri.

Sepanjang perjalanan kariernya, Ferli lebih banyak mengabdi di bidang Lalu Lintas (Lantas). Pengalamannya di bidang tersebut membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri. Rekam jejak tersebut menjadi modal sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polres Malang.

Pada 24 Januari 2022, AKBP Ferli Hidayat resmi dilantik sebagai Kapolres Malang. Selama memimpin wilayah hukum tersebut, ia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola yang memiliki basis besar di Kabupaten Malang.

Mengajak Aremania Menjaga Kondusivitas

Beberapa hari sebelum pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berlangsung pada 1 Oktober 2022, Ferli sempat menyampaikan pesan kepada para suporter melalui siaran langsung Instagram bertajuk Njagong Bareng – Rivalitas 90 Menit Seduluran Selawase! pada 29 September 2022.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sikap sportif serta memberikan dukungan positif kepada klub kebanggaannya. Menurutnya, suporter memiliki peran penting sebagai pemain ke-12 yang mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan kondusif.

Ferli juga berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan tertib sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Malang tetap terjaga, apa pun hasil pertandingan yang diraih kedua tim.

Tragedi Kanjuruhan Mengubah Segalanya

Harapan tersebut berubah menjadi tragedi setelah laga Arema FC kontra Persebaya berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Kekalahan Arema FC memicu sebagian penonton memasuki lapangan. Saat itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebut sekitar 3.000 orang dari total kurang lebih 40.000 penonton turun ke area pertandingan.

Situasi kemudian berkembang menjadi tidak terkendali ketika aparat keamanan melepaskan gas air mata, termasuk ke arah tribun penonton. Kepanikan massal terjadi ketika ribuan suporter berusaha keluar stadion secara bersamaan. Kondisi pintu keluar yang padat menyebabkan banyak orang terjatuh, terinjak, hingga mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi sepak bola terbesar dalam sejarah Indonesia dengan korban meninggal dunia mencapai 125 orang berdasarkan data yang saat itu diumumkan pemerintah.

Dicopot dari Jabatan Kapolres Malang

Sebagai tindak lanjut atas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran kepolisian yang bertugas dalam pengamanan pertandingan.

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/2022 yang diterbitkan pada 3 Oktober 2022, AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Dedi Prasetyo.

Setelah dimutasi, Ferli ditempatkan sebagai Perwira Menengah (Pamen) SSDM Polri. Posisinya sebagai Kapolres Malang kemudian diisi oleh AKBP Putu Kholis Arya sebagai bagian dari langkah evaluasi dan pembenahan pascatragedi Kanjuruhan yang menjadi perhatian nasional maupun internasional.(red/lis)

Tol Kediri Terus Dibangun, Penggantian Aset Pemkot Masih Menggantung

  

PROYEK TOL - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari saat meninjau proyek tol akses Bandara Dhoho, Jumat (31/7/2026). Ia menjelaskan hingga saat ini Pemkot Kediri masih menunggu kepastian lahan pengganti milik Pemkot yang terdampak proyek tol(by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai mekanisme pengadaan lahan pengganti untuk aset daerah yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho. Hingga kini, proses penggantian aset tersebut belum sepenuhnya terealisasi meski sebagian lahan telah digunakan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

Tercatat sebanyak 72 bidang aset milik Pemkot Kediri masuk dalam area pembangunan jalan tol. Aset tersebut terdiri atas 21 bidang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 46 bidang non-LP2B, serta lima bidang berupa bangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 bidang telah memperoleh izin pemanfaatan dan kini telah digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi jalan tol. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima lahan pengganti sebagaimana yang menjadi haknya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menegaskan belum diterbitkannya izin pemanfaatan lahan tahap berikutnya bukan berarti Pemkot Kediri menghambat pembangunan proyek nasional tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah hanya menjalankan aturan terkait pengelolaan aset daerah.

"Pemerintah Kota Kediri tidak menghambat pembangunan jalan tol. Izin pemanfaatan lahan tahap kedua belum bisa diterbitkan karena pemanfaatan lahan tahap pertama sebanyak 36 bidang sudah diberikan izinnya, tetapi sampai sekarang penggantian lahannya belum ada," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Endang menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah bidang tanah yang diusulkan sebagai aset pengganti. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat mengenai mekanisme maupun lokasi pengganti yang akan digunakan.

Ia menegaskan bahwa setiap aset milik daerah yang dilepaskan harus memperoleh penggantian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, penerbitan izin baru tidak dapat dilakukan sebelum kewajiban pada tahap sebelumnya diselesaikan.

"Yang tahap pertama saja belum diganti, masa sekarang mau mengeluarkan izin lagi. Nanti justru menyalahi aturan. Kami tetap mengikuti ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Selain persoalan aset umum, pembahasan di tingkat pemerintah pusat juga masih menyangkut mekanisme penggantian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang terdampak proyek jalan tol.

Menurut Endang, lahan sawah produktif yang memiliki sistem irigasi teknis memiliki aturan khusus mengenai penggantian. Dalam regulasi tertentu, lahan semacam itu dapat diganti dengan luasan hingga tiga kali lipat dari luas lahan yang digunakan.

"Kalau sawah itu beririgasi, subur dan tidak kesulitan air, ada ketentuan penggantian bisa sampai tiga kali lipat. Nah, ini yang masih dibahas di pemerintah pusat, apakah satu kali, tiga kali, atau seperti apa mekanismenya," jelasnya.

Di tengah proses administrasi yang masih berlangsung, pembangunan fisik Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho tetap berjalan sesuai jadwal. Berdasarkan laporan Project Management and Supervision Consultant (PMSC), progres konstruksi telah mencapai sekitar 63 persen.

Perwakilan PMSC, Mamik, menyampaikan pekerjaan konstruksi di lapangan terus berlangsung dan ditargetkan rampung pada kuartal kedua tahun 2027.

"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 63 persen. Pekerjaan konstruksi terus berjalan dan kami menargetkan penyelesaian proyek pada kuartal kedua tahun 2027 sesuai rencana," katanya.

Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang terhubung dengan Bandara Dhoho diharapkan mampu mempercepat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah. Meski demikian, penyelesaian persoalan administrasi dan penggantian aset pemerintah daerah dinilai menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.(red/lis)

Aipda Puguh Dampingi Panen Jagung, Polres Kediri Kota Perkuat Swasembada Pangan

  

Aipda Puguh Hari Santoso bersama petani jagung Desa Puhsarang.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di tingkat desa. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Puhsarang, Polsek Semen, Polres Kediri Kota, Aipda Puguh Hari Santoso, yang turun langsung mendampingi petani saat panen jagung di wilayah binaannya, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Aipda Puguh tidak hanya memantau proses panen, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petani. Ia berdialog mengenai hasil produksi, kondisi tanaman, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya jagung.

Melalui komunikasi yang hangat dan humanis, diharapkan hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya petani, semakin erat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus produktif.

Selain melakukan pemantauan, Aipda Puguh turut memberikan motivasi kepada petani agar terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian. Menurutnya, hasil panen yang meningkat tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, termasuk di sektor pertanian.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman, mempererat kemitraan dengan masyarakat, sekaligus mendorong tercapainya program ketahanan pangan demi mewujudkan swasembada pangan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Karena itu, Polres Kediri Kota akan terus memperkuat kolaborasi dengan para petani melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan tersebut, diharapkan produktivitas sektor pertanian di wilayah hukum Polres Kediri Kota terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (Red/EI)

Kota Kediri Sabet 4 Penghargaan Nasional Bidang Keluarga, MBG hingga KB Jadi Andalan

  

Wali Kota Vinanda Prameswati menerima 4 penghargaan di Hari Keluarga Nasional 2026(by detikjatim.com)


KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Pemkot Kediri sukses memborong empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan berbagai program pembangunan keluarga.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Empat penghargaan yang diraih menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Kota Kediri dalam mengimplementasikan berbagai program prioritas nasional di bidang kependudukan, keluarga berencana, hingga pembangunan keluarga berkualitas.

Salah satu penghargaan diberikan atas komitmen Wali Kota Kediri bersama TP PKK dalam menjalankan sejumlah program unggulan nasional, seperti TAMASYA, GATI, SIDAYA, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran kelompok 3B di Kota Kediri.

Tak hanya itu, Kota Kediri juga mendapat apresiasi karena berhasil menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas Tahun 2025, yang menjadi acuan dalam pembangunan kependudukan secara berkelanjutan.

Prestasi lainnya datang dari sektor keluarga berencana. Pemkot Kediri memperoleh penghargaan atas capaian 100 persen peserta program KB, yang dinilai sebagai salah satu indikator keberhasilan pengendalian penduduk sekaligus peningkatan kualitas keluarga.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, TP PKK, tenaga lapangan, hingga masyarakat yang terus mendukung berbagai program pembangunan keluarga.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada keluarga. Kami percaya keluarga yang sehat, berdaya, dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia," ujar Vinanda, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kependudukan, kesehatan keluarga, penurunan stunting, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program pembangunan keluarga di Kota Kediri.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah, TP PKK, tenaga lapangan, dan seluruh masyarakat Kota Kediri yang telah bersinergi mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tuturnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembangunan keluarga dapat berjalan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Red/EI)

Api Nyaris Merambat ke Ruang Kelas, Gudang Kayu Bekas SDN Krecek 3 Terbakar


PEMADAMAN - Petugas Damkar Kabupaten Kediri saat memadamkan api di SDN Krecek 3 Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri( by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Aktivitas belajar mengajar di SDN Krecek 3, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, sempat diwarnai kepanikan setelah kebakaran terjadi di area belakang sekolah, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Kobaran api muncul dari bekas area parkir sepeda yang kini difungsikan sebagai tempat penyimpanan material kayu bekas hasil rehabilitasi gedung.

Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar berupa bangku, meja, lemari, dan kayu bekas yang ditumpuk di lokasi tersebut. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bersama warga berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke ruang kelas yang saat itu masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan tim pemadam langsung menuju lokasi setelah menerima laporan, sesaat usai menyelesaikan penanganan kebakaran rumah di Kecamatan Kayen Kidul.

"Petugas langsung bergerak ke lokasi. Yang terbakar merupakan bekas area parkir sepeda yang kini menjadi tempat penyimpanan kayu bekas. Apabila penanganan terlambat, api berpotensi merembet ke ruang kelas yang berada tepat di samping lokasi," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di luar lingkungan sekolah. Lokasi pembakaran berjarak sekitar empat meter dari pagar sekolah. Bara api yang terbawa embusan angin kencang musim kemarau diduga melompati pagar batako dan menyulut tumpukan kayu kering di dalam area sekolah.

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dipastikan padam sekitar pukul 12.30 WIB.

Guru kelas IV SDN Krecek 3, Muchlisin, mengaku awalnya mengira kepulan asap yang terlihat dari balik jendela kelas berasal dari pembakaran limbah pertanian di sekitar area persawahan.

"Saya sempat mengira itu pembakaran sampah atau daduk tebu seperti biasanya. Namun setelah mendapat informasi dari rekan guru bahwa api sudah membesar di belakang sekolah, kami langsung melakukan langkah penyelamatan," tuturnya.

Para guru kemudian membagi tugas untuk mengamankan para siswa agar tetap berada di lokasi yang aman, sementara sebagian lainnya bersama warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum armada pemadam tiba di lokasi.

Menurut Muchlisin, material yang terbakar merupakan aset lama sekolah berupa kayu bekas hasil rehabilitasi bangunan. Material tersebut belum dapat dipindahkan ataupun dimusnahkan karena masih menunggu proses administrasi penghapusan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan utama sekolah. Namun sejumlah material kayu hangus terbakar dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Pemerintah Kabupaten Kediri kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun limbah pertanian secara sembarangan, terutama selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun fasilitas umum.(Red/EI)