Labels

Breaking News

Peringati Hari Bhayangkara, Polres Kediri Gelar Donor Darah Berskala Besar

  
Polres Kediri melakukan donor darah dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80. (photo by radar kediri )


KEDIRI - Kegiatan sosial yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kediri tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari anggota Polri, TNI, Bhayangkari, peserta Latja Akpol Tingkat III, ASN, PHL, petugas keamanan, hingga masyarakat umum.


Dari 225 peserta yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 200 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Sementara itu, 25 peserta lainnya belum dapat berpartisipasi karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan donor.


Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, donor darah merupakan salah satu agenda bakti sosial yang rutin digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah yang terus dibutuhkan oleh rumah sakit maupun PMI.


Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian, tetapi juga sarana untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Selain melibatkan personel Polres Kediri dan jajaran Polsek, kegiatan donor darah juga mendapat dukungan dari berbagai instansi dan unsur masyarakat yang selama ini menjadi mitra kepolisian.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri berharap darah yang berhasil dihimpun dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. (red)

Ribuan Pasangan Berpisah, Ekonomi Masih Jadi Musuh Utama Rumah Tangga di Kediri

  

Ruangan resepsionis Pengadilan Agama Kabupaten Kediri (photo by radar kediri)


KEDIRI - Masalah ekonomi masih menjadi faktor dominan penyebab perceraian di Kabupaten Kediri. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri, terdapat 1.207 perkara perceraian yang masuk selama Januari hingga Mei 2026.


Hakim sekaligus Humas PA Kabupaten Kediri, Haitami, menjelaskan bahwa sebagian besar gugatan perceraian dipicu persoalan ekonomi dalam rumah tangga. Namun, masalah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kecilnya penghasilan keluarga, melainkan juga kurangnya tanggung jawab salah satu pihak dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.


Menurutnya, ketika kebutuhan keluarga tidak terpenuhi dengan baik, kondisi tersebut kerap memicu berbagai persoalan lain, seperti pertengkaran yang berulang, renggangnya hubungan suami istri, hingga hilangnya keharmonisan dalam keluarga. Konflik yang terus berlarut akhirnya mendorong pasangan memilih jalur perceraian.


Haitami menilai persoalan ekonomi sejatinya berkaitan erat dengan komitmen dan tanggung jawab dalam berumah tangga. Seseorang yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menjaga keutuhan keluarga.


Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan komitmen antara suami dan istri. Saat menghadapi persoalan, pasangan diharapkan mengedepankan musyawarah dan melibatkan keluarga sebagai pihak yang dapat membantu mencarikan solusi sebelum memutuskan menempuh proses perceraian melalui pengadilan.


PA Kabupaten Kediri berharap setiap pasangan dapat menyelesaikan permasalahan rumah tangga secara bijak sehingga perceraian menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya perdamaian dilakukan. (red)

© Copyright 2022 - Rekam Jejak

Add JavaScript