SAMPANG- Pola hidup masyarakat Kabupaten Sampang dinilai masih perlu diperbaiki agar lebih sehat dan aman. Hal ini menyusul ditemukannya belasan warga yang terkonfirmasi positif HIV/AIDS dalam hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang.
Fungsional Penanggung Jawab Penyakit Menular Dinkes KB Sampang, Abd. Cholik, menjelaskan bahwa penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut masih berkaitan erat dengan perilaku berisiko, terutama kurangnya kesadaran dalam menerapkan hubungan yang aman dan setia pada pasangan.
Menurutnya, salah satu faktor utama penularan adalah perilaku berganti-ganti pasangan yang tidak dilakukan secara aman. Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko demi menekan angka penularan.
Dari total 20.285 warga yang menjadi target pemeriksaan tahun ini, hingga semester pertama baru 8.935 orang yang telah menjalani tes HIV. Dari jumlah tersebut, ditemukan 18 kasus baru yang dinyatakan positif terinfeksi HIV.
“Untuk tahun ini, terdapat 18 kasus baru. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada penurunan jumlah kasus,” ungkap Abd. Cholik.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 total kasus HIV di Kabupaten Sampang tercatat mencapai 72 orang, dengan mayoritas penderita berada pada usia produktif. Meski demikian, pihaknya optimistis angka kasus dapat ditekan melalui peningkatan edukasi dan pemeriksaan dini.
Dinkes KB Sampang juga memperluas cakupan pemeriksaan kepada berbagai kelompok sasaran, seperti ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), calon pengantin, kelompok rentan seperti waria, hingga warga binaan lembaga pemasyarakatan. Namun, ia mengakui bahwa pendataan pada beberapa kelompok masih menghadapi kendala, termasuk keterbatasan data di lapangan.
Untuk mendukung upaya deteksi dini, pemerintah daerah juga mengoptimalkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai fasilitas kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara sukarela.
“Tahun lalu capaian testing mencapai 75 persen. Tahun ini kami optimistis bisa lebih tinggi karena kesadaran masyarakat mulai meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Dokter Umum Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Puskesmas Omben, Elmira Rizkia F., mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat enam pasien yang dinyatakan positif HIV. Salah satunya bahkan merupakan anak-anak dan telah dirujuk ke RSUD dr. Mohammad Zyn untuk penanganan lebih lanjut.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Puskesmas Omben belum dapat melakukan pengobatan mandiri bagi pasien HIV karena tenaga kesehatan belum mendapatkan pelatihan khusus dari Dinkes KB Sampang.
“Kami berharap ke depan Puskesmas Omben bisa memberikan layanan pengobatan dan terapi bagi pasien HIV, termasuk untuk wilayah di luar Kecamatan Omben,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus mendorong peningkatan layanan, edukasi, serta pemeriksaan dini agar penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sampang dapat ditekan dan tertangani secara lebih optimal.(red/lis)
Dinkes Sampang Temukan 18 Kasus Baru HIV/AIDS, Dorong Perubahan Pola Hidup Sehat