Dua Maling Gasak Honda Beat di Simokerto, Aksinya Terekam CCTV

KOMPLOTAN : Dua pelaku curanmor terekam CCTV kabur mengendarai motor usai mencuri di Jalan Simokerto II, Surabaya(photo by radar surabaya)


KEDIRI- Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah Kota Surabaya. Kali ini, sebuah sepeda motor Honda Beat milik Randi R, warga Jalan Simokerto II, raib digondol dua pelaku pada Kamis (2/7) pagi. Meski sempat dipergoki anggota keluarga korban, kedua pelaku berhasil melarikan diri sambil membawa kabur motor tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.42 WIB dan terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di kawasan permukiman. Rekaman tersebut memperlihatkan dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna putih sebelum salah seorang di antaranya beraksi mencuri motor milik korban.

Randi menuturkan, dirinya baru mengetahui sepeda motornya hilang setelah mendapat kabar dari kerabat yang tinggal di rumah bagian depan. Saat itu, kerabatnya melihat secara langsung aksi pencurian yang dilakukan dua orang tidak dikenal.

"Saudara saya yang mengetahui kejadian itu. Dia sempat berteriak 'maling... maling...', tetapi posisinya berada di lantai dua sehingga tidak sempat mengejar pelaku," ujarnya, Jumat (3/7).

Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku memiliki ciri-ciri berbeda. Salah seorang mengenakan jaket hitam tanpa memakai helm, sementara rekannya menggunakan kemeja berwarna kuning-oranye dan mengenakan helm. Keduanya datang dan kabur menggunakan sepeda motor Honda Beat putih yang diduga menjadi kendaraan sarana.

Dalam hitungan menit, pelaku berhasil membawa kabur Honda Beat milik korban tanpa sempat dihentikan warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp14,5 juta.

Menurut Randi, sepeda motor yang dicuri memiliki peran penting bagi aktivitas keluarganya. Kendaraan itu setiap hari digunakan adiknya untuk berangkat kuliah sekaligus dipakai mengantar dan menjemput anggota keluarga yang bekerja.

"Motor itu dipakai setiap hari untuk kebutuhan keluarga. Adik saya menggunakannya untuk kuliah, juga untuk mengantar dan menjemput kakak yang bekerja," katanya.

Usai mengetahui motornya hilang, korban langsung mendatangi Polsek Simokerto untuk membuat laporan polisi. Ia juga membawa dokumen kepemilikan kendaraan sebagai syarat pelaporan. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.

"Sudah melapor ke Polsek Simokerto dan mendapat surat tanda kehilangan. Sekarang masih dalam proses," jelasnya.

Randi berharap pelaku segera berhasil ditangkap dan sepeda motornya dapat ditemukan kembali. Ia juga mengaku aksi pencurian kendaraan bermotor di kawasan tempat tinggalnya bukan kali pertama terjadi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di depan rumah.

"Kasus curanmor di sini memang cukup sering terjadi. Semoga pelakunya segera tertangkap," pungkasnya.(red/lis)