Sering Tekan Tombol Snooze Alarm? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Tubuh Makin Lelah


ILUSTRASI menunda tombol snooze(photo by radar malang)


MALANG
– Pernah merasa sudah tidur cukup lama, tetapi tubuh tetap terasa berat dan mengantuk saat bangun? Bisa jadi penyebabnya bukan kurang tidur, melainkan kebiasaan sederhana yang sering dilakukan banyak orang, yakni menekan tombol snooze pada alarm.

Fitur snooze memang dirancang untuk memberi tambahan waktu tidur beberapa menit setelah alarm berbunyi. Biasanya jeda yang diberikan berkisar lima hingga sepuluh menit. Banyak orang memanfaatkannya dengan harapan bisa mendapatkan sedikit waktu istirahat sebelum benar-benar bangun.

Namun, tambahan waktu tidur singkat tersebut ternyata tidak selalu membuat tubuh lebih segar. Sebaliknya, kebiasaan menekan snooze berulang kali justru dapat membuat seseorang merasa lebih lelah sepanjang hari.

Saat seseorang kembali tidur setelah menekan tombol snooze, otak mulai memasuki tahapan siklus tidur baru. Masalahnya, ketika alarm kembali berbunyi beberapa menit kemudian, tubuh harus terbangun sebelum siklus tidur tersebut selesai.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai sleep inertia, yaitu fase ketika seseorang mengalami rasa linglung, sulit fokus, pusing, dan tubuh terasa berat setelah bangun tidur.

Tidak hanya membuat sulit memulai aktivitas pagi, kebiasaan menunda alarm berkali-kali juga dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Pola tidur yang terganggu dapat membuat kualitas istirahat menjadi kurang maksimal meski jumlah jam tidur terlihat sudah mencukupi.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada penurunan produktivitas, meningkatnya rasa lelah, hingga membuat tubuh semakin sulit menyesuaikan diri dengan jadwal bangun pagi.

Untuk mengurangi kebiasaan menekan snooze, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan meletakkan alarm atau ponsel jauh dari tempat tidur sehingga seseorang harus bangun dan bergerak untuk mematikannya.

Selain itu, atur alarm sesuai waktu yang benar-benar dibutuhkan untuk bangun. Hindari memasang alarm terlalu awal hanya karena ingin menyediakan waktu tambahan untuk menekan tombol snooze.

Membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari juga dapat membantu tubuh memiliki pola istirahat yang lebih teratur.

Saat bangun pagi, usahakan segera mendapatkan paparan cahaya alami, misalnya dengan membuka tirai atau keluar ruangan sejenak. Sinar matahari pagi membantu tubuh mengurangi produksi hormon melatonin yang membuat rasa kantuk, sehingga tubuh lebih cepat berada dalam kondisi siap beraktivitas.

Meski hanya berupa tombol kecil di layar ponsel, kebiasaan menekan snooze ternyata dapat memberi pengaruh terhadap kualitas tidur dan kondisi tubuh sepanjang hari.

Jika ingin bangun dengan tubuh lebih segar dan siap menjalani aktivitas, mengubah kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi salah satu langkah awal untuk memperbaiki pola tidur.(red/lis)