SURABAYA- Warga Surabaya kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan berkedok transaksi jual beli kendaraan dengan modus test drive. Modus ini kembali memakan korban. Kali ini, sebuah sepeda motor sport milik Moreno N, warga Jalan Gayungsari XII, Kecamatan Gayungan, Surabaya, raib dibawa kabur oleh pria yang berpura-pura menjadi calon pembeli.
Korban kehilangan sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi L 4627 CAE setelah pelaku memanfaatkan kesempatan untuk melakukan uji coba kendaraan. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Gayungan.
Moreno menuturkan bahwa sebelum kejadian, ia mengiklankan motornya melalui marketplace Facebook dengan harga Rp40 juta. Tak lama setelah iklan dipasang, seorang pria yang mengaku bernama Immanuel menghubunginya melalui pesan pribadi Facebook. Komunikasi keduanya kemudian berlanjut melalui aplikasi WhatsApp untuk membahas kondisi motor serta rencana pertemuan.
Pelaku menyampaikan niatnya untuk melihat langsung kendaraan dan berjanji datang ke rumah korban pada Jumat (26/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, pria tersebut baru tiba sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan sebuah mobil yang dikemudikan oleh seorang laki-laki lain.
Saat tiba di lokasi, pelaku memeriksa kondisi motor secara detail layaknya calon pembeli pada umumnya. Sementara itu, pria yang mengemudikan mobil tetap menunggu di teras rumah sehingga korban mengira keduanya datang bersama sebagai teman atau rekan.
Setelah merasa puas memeriksa kendaraan, pelaku meminta izin kepada korban untuk melakukan test drive dengan alasan ingin memastikan performa motor sebelum memutuskan membeli. Karena tidak menaruh curiga, Moreno menyerahkan kunci motornya tanpa meminta jaminan berupa identitas ataupun kendaraan yang digunakan pelaku.
Pelaku kemudian membawa motor keluar dari halaman rumah dan melaju meninggalkan lokasi. Beberapa saat setelah itu, pria yang berada di mobil justru menghampiri korban dan menanyakan mengapa test drive tidak didampingi.
Korban kemudian terkejut ketika pria tersebut mengaku bukan teman pelaku, melainkan hanya seorang pengemudi taksi online yang mendapat pesanan untuk mengantar pelaku ke lokasi transaksi.
"Saya kira mereka datang bersama. Ternyata sopir itu hanya mengantar penumpang dan sama sekali tidak mengenal pelaku," ungkap Moreno.
Menyadari telah menjadi korban penipuan, Moreno langsung panik. Ia sempat menunggu pelaku kembali, namun hingga malam hari tidak ada kabar maupun komunikasi dari pria yang mengaku bernama Immanuel tersebut. Korban pun segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Gayungan.
Dalam laporannya, Moreno turut menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik, di antaranya rekaman kamera CCTV di sekitar rumah serta dokumen kepemilikan kendaraan guna membantu proses penyelidikan dan identifikasi pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Ipda Robhen Sutono, membenarkan bahwa laporan korban telah diterima dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta menelusuri identitas pelaku yang diduga menggunakan identitas palsu saat bertransaksi.
"Masih dalam penyelidikan. Mohon doanya," ujar Robhen singkat saat dikonfirmasi.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang hendak menjual kendaraan secara daring agar lebih berhati-hati. Penjual disarankan tidak memberikan kesempatan test drive tanpa pendampingan, meminta identitas asli calon pembeli, serta memastikan adanya jaminan yang memadai sebelum menyerahkan kunci kendaraan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko menjadi korban penipuan dengan modus serupa yang belakangan kembali marak terjadi.(red/lis)